Thursday, 14 May 2009 21:58
Pemilihan Duta Anti-Narkoba Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) sepi peserta dengan hanya diikuti perwakilan lima kabupaten/kota sementara sembilan kabupaten lain tidak mengirimkan wakilnya.
Palangkaraya, 14/5 (Roll News) - Pemilihan Duta Anti-Narkoba Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) sepi peserta dengan hanya diikuti perwakilan lima kabupaten/kota sementara sembilan kabupaten lain tidak mengirimkan wakilnya.
"Seharusnya kegiatan duta anti-narkoba diikuti 14 kabupaten/kota, tetapi hingga acara dimulai hanya lima kabupaten/kota yang mengirimkan wakilnya," kata Ketua Kader Anti-Narkoba Provinsi Kalteng, Heru Setiawan, di Palangkaraya, Kamis.
Heru menyayangkan tidak adanya perwakilan dari sembilan daerah itu mengingat program-program pemberantasan penyalahgunaan narkoba saat ini terus digalakkan di kalangan generasi muda.
Panitia Pemilihan Duta Anti-Narkoba Kalteng 2009 menargetkan kegiatan tersebut dapat diikuti minimal 30 peserta. yakni 28 orang utusan dari 14 Badan Narkotika Kabupaten/Kota dan dua utusan dari badan Narkotika Provinsi Kalteng.
Dari jumlah itu hanya lima badan narkotika kota (BNK) yang mengirimkan waklnya yakni BNK Sukamara, Kotawaringin Barat, Kapuas, Barito Timur, dan Palangkaraya, masing-masing dua peserta.
"Jumlah perwakilan kabupaten/kota hanya 10 orang dan panitia menambah 10 orang lagi hasil seleksi tersendiri sehingga meski tidak seperti target jumlahnya mencapai 20 peserta," kata Heru.
Pemilihan Duta Anti-Narkoba dilaksanakan selama tiga hari penilaian dan masa karantina dengan mengusung tema "Menggali Potensi Memacu Prestasi Mengangkat Budaya, Harkat, dan Martabat Bangsa di Bumi Tambun Bungai Tanpa Narkoba".
Duta Anti-Narkoba memiliki peran dalam mengkampanyekan bahaya anti-narkoba kepada masyarakat, khususnya generasi muda dan pelajar yang kini semakin rentan penyalahgunaan narkoba.
"Duta terpilih akan akan mewakili Kalteng pada kegiatan lain bertaraf nasional dan membantu mensosialisasikan bahaya narkoba, serta melakukan aksi sosial akademis ke daerah-daerah di Kalteng," tambah Heru.
Newer news items:
Rabu, 01 Juli 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar